--> Skip to main content

Sehat Itu Emas


anak bermain di pantai
AURORATEKNO.COM
~ Ada banyak orang yang sering berkata : sehat itu mahal harganya, sehat itu mahal tapi sakit lebih mahal, sehat itu mudah, sehat itu penting dan lain sebagainya.

Namun bagi saya, "Sehat Itu Emas".

Bukan karena berkilau, terang, mahal, bisa ditimbang ataupun hanya orang tertentu saja yang memilikinya (walaupun mungkin saja ada salah satu alasan yang masuk didalamnya).

Melainkan karena sehat itu bisa membuat seseorang meraih masa emasnya, mampu mengejar cita-cita dan bisa membuat kehidupan jadi lebih baik.

Seorang anak kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan pun harus selalu sehat agar mereka mampu memanfaatkan masa keemasan-nya dengan maksimal.

Sebagai orang yang punya cita-cita tinggi dan selalu ingin mengembangkan serta memperbaiki diri, bagi saya sehat lebih dari sekedar penting untuk mencapai semua tujuan itu.

Tanpanya, saya hanya bisa berbaring tidur dan justru merepotkan orang lain. Mengejar cita-cita dan harapan pun serasa makin suram.

Sehat : Melahirkan Sebuah Harapan

bahagia
Menjalani Perawatan
Dengan sehat, kita bisa menjadi seperti emas yang berkilau, memberikan kebahagian dan menularkan semangat.

Semangat kita bisa membuat orang lain merasakan cerahnya harapan, sebuah hal positif dan kegembiraan, sama seperti saat kita melihat emas.

Menggambarkan korelasi antara bahagia dengan sebuah emas tidaklah sulit, coba bayangkan anda mendapatkan sekarung emas murni, bukankah anda akan bahagia? 😂

Tapi itu hanya gurauan belaka, kita bisa menggambarkan arti emas dengan yang lain.

Sebagai contoh, istilah "Indonesia Emas 2045".

Istilah ini muncul bukan karena Indonesia banyak emasnya sebab pemerintah sudah memiliki saham 51% dari pertambangan Freeport, atau karena ibukota baru akan dibangun dengan berbalut emas.

Tapi karena di tahun tersebut, Indonesia diperkirakan bisa meraih masa kejayaan, lebih unggul, maju, mampu bersaing dengan bangsa lain dan berbagai kemajuan lainnya.

Sampai sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa sehat itu emas, artinya sehat adalah sebuah kemenangan yang patut disyukuri, sebuah hal yang bisa menjembatani kita meraih sesuatu yang lebih baik.

Layaknya emas yang selama ini kita pandang sebagai bentuk yang mulia, langka, positif dan hal yang berharga.

Sakit : Penghancur Dari Dalam

kesakitan
Sakit Pada Organ Dalam
Lawan kata dari sehat adalah sakit. Sakit bisa diumpamakan sebagai musuh dalam selimut, dimana masalah ini berada dalam diri manusia, sementara sifatnya menghancurkan dari dalam.

Bahkan, "Indonesia Emas 2045" terancam tidak bisa terealisasi karena munculnya wabah covid 19 yang melanda seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Penyakit dan virus semacam ini tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun keberadaannya nyata, dan menghancurkan dari dalam organ manusia.

Berapa banyak manusia yang meninggal karena wabah ini? Berapa banyak yang kehilangan pekerjaan dan berapa banyak negara yang kocar-kacir menghadapinya?

Ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah penyakit bisa melumpuhkan segala harapan dan cita-cita seseorang, bahkan bisa memporak-porandakan ekonomi di seluruh Negara di dunia.

Melihat salah satu fakta, yakni pada pidatonya di tahun 2015 silam, Bill Gates (pendiri Microsoft) pernah membeberkan apa ancaman terbesar yang bisa menghancurkan kehidupan manusia di masa mendatang.

Menurutnya, bukan karena bom atom atau senjata nuklir yang mematikan. Melainkan sebuah wabah yang berasal dari bakteri kecil, sebuah penyakit yang menular dari satu manusia ke manusia yang lain.

Dia pun mengungkapkan bahwa kesalahan manusia yakni terus-terusan berinvestasi pada senjata nuklir dan peralatan perang, namun mengesampingkan pembangunan fasilitas kesehatan yang amat sangat penting.

Bahkan, sampai pada akhirnya dia dicap sebagai pembuat virus tersebut. Padahal, dialah salah satu orang yang paling peduli & tanggap terhadap kejadian ini.

Tidak sedikit biaya yang ia gelontorkan untuk menangani Covid-19, dia juga membiayai WHO dan mengembangkan vaksin melalui perusahaan Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikannya.

Layanan Kesehatan Belum Merata

disuntik
Penyuntikan
Tanpa melenceng terlalu jauh, sebenarnya kejadian tersebut harus menjadi evaluasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan, termasuk fasilitas yang memadai di tengah kehidupan masyarakat.

Ibarat sebuah rumah yang memerlukan pondasi agar tiang-tiang bisa berdiri kokoh, kesehatan juga memerlukan pondasi agar tiap titik daerah bisa mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

Tujuannya agar kemerataan tersebut akan menimbulkan keadilan & kesejahteraan bagi siapa saja, dimana saja, sesuai cita-cita pancasila "keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia".

Sampai pada saat artikel ini dibuat, kebetulan 2 anggota keluarga saya dalam keadaan sakit. Bukan settingan atau apa, namun memang mereka sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.

Dan salah satu masalah utama di daerah pedesaan/pedalaman adalah kurangnya layanan kesehatan yang memadai & sulit dijangkau.

Sehingga untuk mendapatkan pengobatan kepada ahli yang lebih spesialis kami harus pergi Rumah Sakit di perkotaan yang lumayan jauh dari pemukiman.

Ada kalanya ini menyulitkan jika sewaktu-waktu seseorang sakit di tengah malam, karena untuk mendapatkan layanan kesehatan 24 jam kami tentu harus pergi ke Rumah Sakit.

Urusan nyawa seseorang tidak bisa main-main, jika butuh perawatan segera maka kita tak bisa menundanya lagi.

Saya sadar, disini saja yang masih termasuk "pinggiran kota", layanan kesehatan pun masih terasa sulit, apalagi daerah pedalaman lain yang lebih terpelosok, dimana pembangunan jarang diperhatikan.

Mewujudkan Generasi Emas, Generasi Yang Sehat

anak kecil bermain
Anak Bermain Puzzle
Untuk itu, bersyukurlah di Negara kita masih ada Korindo, sebuah perusahaan yang masih peduli terhadap peningkatan kualitas hidup, terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman.

Dengan program edukasi, pelayanan kesehatan dan berbagai upaya yang telah dilakukan Korindo Group, tentunya ini akan membantu mewujudkan generasi emas yang sehat secara fisik maupun psikisnya.

Klik Asiki menjadi salah satu bukti nyata kontribusi Korindo Group dalam meningkatkan kualitas kesehatan yang lebih baik di wilayah terpencil yang kurang diperhatikan.

Alasan mengapa klinik tersebut didirikan salah satunya untuk menekan tingkat kematian kematian ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir dimana hal ini kerap terjadi di daerah yang pelayanan kesehatannya kurang memadai.

Di Indonesia sendiri, nilai Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 309/100.000 dari ibu melahirkan. Nilai ini sekaligus menjadikan Indonesia sebagai Negara terbesar kedua setelah Laos diantara Negara ASEAN lainnya.

Walaupun Klinik Asiki jauh dari kampung-kampung (karena faktor geografis), namun para dokter terus berupaya menjemput para ibu hamil agar bisa melahirkan di klinik dengan peralatan medis yang lengkap & menjalani persalinan sesuai prosedur.

Tidak hanya itu, Klinik Asiki juga menyediakan penyuluhan kesehatan dan perbaikan status gizi masyarakat.

Dengan program kesehatan dan juga pendidikan ini, maka generasi muda yang berada di pedalaman dapat tumbuh lebih sehat dan mampu memberikan kontribusi lebih bagi sekitarnya.

Karena, jika masalah kesehatan pun belum juga teratasi, maka sulit untuk menempuh tahap selanjutnya.

Kesimpulan


Daerah pedalaman selalu punya potensi hebat yang terpendam, namun karena kurangnya pembangunan dan perhatian, maka akan terus terpendam sampai ada yang menggalinya.

Untuk menuju Indonesia emas, generasi yang lebih baik, generasi yang sehat, sejahtera dan merata, maka daerah pedalaman juga berhak mendapatkan kualitas layanan yang memadai, salah satunya soal kesehatan.

Mengutip dari salah satu laman webnya, kementerian kesehatan juga mengungkapkan hal tersebut, bahwa :
"Kementerian kesehatan akan terus berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita Indonesia agar bisa menjadi negara maju. Untuk itu, generasi sekarang harus berinvestasi dalam hal kesehatan dengan cara menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan sehingga nanti akan melahirkan anak-anak yang tumbuh berkembang menjadi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas."
Tidak dapat dipungkiri, sehat merupakan salah satu faktor terpenting bagi makhluk hidup, dan bangsa Indonesia butuh upaya lebih banyak lagi dalam mewujudkan kesehatan yang baik untuk sesama.

Apalah artinya hidup, jika hanya memikirkan diri sendiri, apalah arti hidup, jika orang sekitar kita menderita, apalah arti menjadi seorang manusia, jika tak memiliki rasa kemanusiaan.

Pada momen seperti inilah persatuan Indonesia dibutuhkan sekaligus kesadaran diri dari masing-masing individu untuk saling menjaga, gotong royong dan menjadi makhluk sosial yang sesungguhnya.

Kebijakan Berkomentar : Silahkan berkomentar dengan baik dan bijak, komentar anda menunjukkan kepribadian diri.
Buka Komentar
Tutup Komentar