--> Skip to main content

Mengapa HP Sony Bukan Kamera Terbaik? Padahal Pembuat DSLR?


kamera hp
AURORATEKNO.COM ~ Dulu saya kira smartphone Sony punya kamera terbaik dibanding brand lain. Alasannya simpel, yaitu karena Sony memproduksi DSLR dengan kualitas terbaik dunia.

Namun anggapan saya dulu salah total ketika mengetahui faktanya sekarang, apalagi saya telah membuktikannya sendiri.

Saat ini, saya telah mempunyai smartphone Sony mantan flagship tahun 2017-an, yakni Sony Xperia XZ1 (sudah dijual) dan XZ Premium dengan harga launching yang hampir sama, yakni Rp 10 jutaan.

Sony sendiri tidak masuk secara resmi ke Indonesia. Hal itu dikarenakan pasarnya kurang cocok di negeri ini, apalagi brand lain yang punya harga jauh lebih murah dengan spesifikasi yang mirip.

Tentu ini membuat Sony mundur alon-alon dari Indonesia, dan menarget negara lain yang punya potensi pasar lebih baik.

Lalu mengapa saya punya smartphone sony?

Saya membeli produk Sony Docomo & AU yang harganya jauh lebih murah dengan harga launching, yakni hanya Rp 2 juta (XZ Premium) dan 1.6 juta (XZ1).

Docomo & AU bukanlah HP replika (tiruan), bukan pula refurbish. Alasan mengapa Docomo dijual lebih murah yakni karena sony bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi asal Jepang tersebut.

Dimana HP akan diproduksi (sama persis dengan HP aslinya), namun bundling dengan paket internet sesuai provider yang bekerja sama dengan Sony tadi (Docomo, AU dan Softbank).

Pembelian HP juga dilakukan secara kontrak, Setelah 1 tahun maka HP akan dikembalikan dan diganti dengan yang baru.

HP yang lama lalu dijual lagi (termasuk di Indonesia) dengan harga yang murah, dengan posisi HP bekas, inilah sebabnya mengapa saya punya.

Kekurangan HP docomo yaitu tidak bisa di UBL/tidak bisa dioprek (jika dapat HP dengan UBL No) dan beberapa kekurangan lainnya yang bisa anda cari di google.

Untuk urusan spesifikasi dan performa, docomo dengan yang asli sama saja.

3 Divisi Sony Yang Berbeda

bekerja
Working
Kembali ke topik bahasan, yakni mengapa kamera sony bukanlah yang terbaik.

Kebanyakan dari kita beranggapan bahwa jika Sony memproduksi DSLR kelas dunia, maka teknologi tersebut diterapkan pula pada smartphone buatannya.

Kenyataannya, tidak sesederhana itu. Sony mempunyai 3 divisi yang berbeda, dan masing-masing punya tujuan yang berbeda pula.

Divisi tersebut diantaranya adalah :
  1. Bisnis Smartphone
  2. Kamera
  3. Home Entertainment
Inilah alasan mengapa sony tidak bisa sembarangan menerapkan teknologi kameranya ke dalam produk smartphone.

Jadi, kamera ponsel Sony sebenarnya tidak/belum didukung oleh divisi pembuat kamera terbaik tersebut, sehingga secara kualitas dan dxomark rating masih kalah dengan yang lain.

Apalagi jika teknologi kamera DSLR (seperti sensor dan lensanya) diterapkan ke produk ponsel maka secara harga kamera terpisah saja sudah lebih dari puluhan juta.
Edit Foto Jadi Keren Banget!!! Cuma Modal Android (Full Tutorial)
Sementara brand lain menjual HP dengan harga jauh lebih rendah. Tentu perusahaan akan rugi jika menjualnya dengan harga murah dengan alasan agar bisa bersaing.

Inilah alasan utama mengapa kamera smartphone Sony bukanlah yang terbaik, terutama secara software yang saya akui kalah jauh dengan brand sebelah.

Bahkan HP flagship sekelas XZ Premium saja tidak punya RAW Capture dan shutter speed mentok 1 detik saja, tentu ini tidak bisa menciptkan foto milky way dan light trails/light painting dengan baik.

Sementara itu di brand lain, dengan harga yang lebih rendah kita bisa mendapatkan fitur kamera melimpah, punya lensa tele dan banyak kelebihan lainnya.

Berbeda dengan rekaman video, sejauh pengalaman saya Sony cukup bagus untuk urusan video recording, karena sangat minim getaran dan stabil walaupun di resolusi 4K.

Namun pada intinya, dengan harga yang cukup tinggi Sony belum mampu menciptakan smartphone yang bergengsi dan mempunyai fitur lengkap.

Saya juga telah membandingkan hasil foto kamera XZ Premium & XZ1 dengan Asus Zenfone Zoom S, Max Pro M1, Redmi Note 8 dan beberapa ponsel lainnya.

Secara komposisi warna, kualitas foto & fitur, Sony masih kalah jauh dengan yang lain. Namun sudah cukup bagus untuk foto jarak dekat dan bokehnya.

Ketiga Divisi Telah Bergabung

sepakat
Cooperation
Namun yang saya katakan diatas adalah generasi smartphone Sony sebelum ketiga divisi bergabung.

Pada April 2020, Sony mengumumkan bahwa mereka akan menggabungkan divisi Sony menjadi 1, yakni dibawah panji Sony Electronics Corporation.

Hal ini dikarenakan divisi smartphone tidak mampu bersaing di tengah sengitnya pasar ponsel di dunia.
HP Dengan Banyak Kamera, Fungsinya Buat Apa?
Namun lagi-lagi, walaupun divisi telah digabungkan, Sony menciptakan produk smartphone terbaru dengan harga fantastis namun masih punya banyak kekurangan.

Ponsel yang saya maksud disini adalah Sony Xperia 1ii, dengan harga launchingnya yaitu Rp 23 juta. Dan untuk penjelasan mengapa produk ini masih punya banyak kekurangan bisa anda cek disini.

Kesimpulan


Sebenarnya, masih banyak yang perlu dibahas, namun poin penting mengapa sony bukanlah kamera terbaik padahal mereka memproduksi DSLR yaitu karena teknologi kameranya tidak/belum diterapkan di ponselnya.

Seperti yang kita tahu pula, keadaan bisa berubah setiap saat.

Bisa saja Sony nekat menerapkan teknologi tersebut pada kameranya agar bisa menghasilkan ponsel dengan kamera terbaik dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Apalagi divisi smartphone ini telah lama dikabarkan terseok-seok dengan ketatnya persaingan di pasar ponsel di dunia, tentu saja perusahaan sekelas Sony tidak akan diam begitu saja.
8 Cara Ampuh Agar Kamera HP Kembali Jernih Seperti Baru
Yang jelas, kita hanya bisa berdoa, semoga kedepannya Sony bisa mengeluarkan produk smartphone berkualitas yang bersahabat dengan kantong masyarakat Indonesia 😊.

Kebijakan Berkomentar : Silahkan berkomentar dengan baik dan bijak, komentar anda menunjukkan kepribadian diri.
Buka Komentar
Tutup Komentar