15 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membaca Puisi & Contoh - Aurora Tekno
Artikel Terbaru
Loading...

Rabu, 21 Agustus 2019

15 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membaca Puisi & Contoh

15 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membaca Puisi, Sikap Dan Contohnya
AURORATEKNO.COM ~ Hallo sobat Aurora Tekno dimanapun anda berada, kali ini admin akan jelaskan 15 hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi agar tidak terkesan membosankan dan bisa menggugah suasana hati bagi yang mendengarnya.

Puisi memang salah satu karya sastra nan indah serta bisa menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati yang begitu rumit untuk dijelaskan.

Beberapa orang yang menciptakan puisi biasanya menunggu momen/suasana yang Pas untuk menuangkannya kedalam sebait kata yang kemudian dirangkai menjadi sebuah puisi yang utuh.

Dari hal tersebut, kita bisa belajar, bahwa suasana yang Pas akan memberikan nilai Positif bagi sang pencipta itu sendiri maupun bagi siapa saja yang mendengarnya.

Maka dari itu, sebagai pembaca puisi yang baik hendaknya kita bisa menciptakan suasana yang mengalir serta tidak membosankan bagi para pendengar.

Hal tersebut tentu akan mudah tercapai jika kita menerapkan teknik-teknik yang ada. Sebaliknya, jika tidak menerapkan teknik-teknik tersebut, tentunya puisi akan terdengar kacau dan salah kaprah.
Nah berikut 15 hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membaca Puisi


1. Ekspresi/Mimik

Ekspresi merupakan pernyataan perasaan dari hasil penjiwaan puisi, sedangkan Mimik yaitu gerak air muka.

Dengan kata lain, ekspresi merupakan pengungkapan perasaan yang bisa diterapkan melalui gerakan tubuh, ucapan, maupun wajah.

Sedangkan mimik yaitu bentuk wajah/gaya yang mengungkapkan perasaan, misalnya sedih, menangis dan senang/gembira.

2. Kinesik (Gerak Anggota Tubuh)

Kinesik merupakan gerak anggota tubuh atau pola pergerakan yang dimainkan

3. Kejelasan Artikulasi

Artikulasi merupakan ketepatan pada saat melafalkan kata-kata ketika membaca puisi.

4. Timbre (Warna Suara)

Timbre dalam seni musik juga sering disebut dengan warna suara, sama halnya pada bab ini yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang di milikinya

5. Irama Puisi

Irama Puisi merupakan panjang atau pendek, keras atau lembut dan tinggi atau rendahnya suara yang dihasilkan.

6. Intonasi Atau Lagu Suara

Intonasi adalah tinggi rendahnya nada pada kalimat yang memberikan penekanan di sebuah kata-kata tertentu pada sebuah kalimat/puisi.

Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi/tekanan, diantaranya adalah :

⇒ Tekanan Dinamik : Tekanan pada kata- kata yang dianggap penting

⇒ Tekanan Nada : Tekanan tinggi rendahnya suara.

Contoh : Suara tinggi menjelaskan suasana marah, riang, takjub atau yang lainnya. Sedangkan suara rendah menggambarkan suasasna ragu, sedih, putus asa, pasrah dan lain-lain.

⇒ Tekanan Tempo : Cepat lambat pengucapan suku kata maupun kata.

7. Tempo

Tempo merupakan cepat atau lambatnya pengucapan (suara). Sebagai pembaca puisi yang baik, kita harus bisa mengatur serta menyelaraskan suara dengan kekuatan nafas.

Kapan waktu yang tepat untuk memberi jeda dan kapan kita harus menyambung dan juga mencuri nafas.

8. Diksi

Diksi yaitu pengucapan kata demi kata dengan tekanan yang bervariasi dan juga rasa.

9. Dinamika

Dinamika merupakan lemah kerasnya suara. Yang mana suara tersebut setidaknya harus terdengar oleh para penonton, terutama pada saat mengikuti lomba membaca puisi.

Kita harus menciptakan suatu dinamika yang prima, yakni dengan mengatur irama, naik turunnya volume atau keras lembutnya diksi.

Dan yang terpenting, kita harus bisa menjaga harmoni pada saat naik turunnya nada suara.

10. Jeda

Jeda merupakan pemenggalan sebuah kalimat, dalam hal ini yakni puisi.

11. Penampilan

Salah satu faktor keberhasilan seseorang dalam membawakan sebuah puisi yakni adalah kepribadian atau performanya pada pentas seni.

Usahakan agar tetap tenang, tidak terlihat gugup ataupun gelisah, mempunyai wibawa dan juga terlihat meyakinkan.

12. Modulasi (Perubahan)

Modulasi berarti proses mengubah suara dalam membaca puisi.

13. Konsentrasi

Konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap isi puisi yang akan dibaca. Jangan sampai kita lupa sampai dimana terakhir membaca akibat memikirkan hal yang lain.

14. Komunikasi

Salah satu kunci keberhasilan yang lain pada saat membaca sebuah puisi yaitu kita bisa berkomunikasi terhadap penonton yang hadir.

Artinya, pada saat membawakan sebuah puisi, kita bisa memberikan suasana yang benar-benar nyata (seperti masuk ke dalam puisi tersebut), dan juga bisa memikat hati para penonton.

15. Pernafasan

Ada beberapa teknik pernafasan yang biasa digunakan. Namun pada umumnya dalam membaca sebuah puisi, yang digunakan adalah pernafasan perut.

Sikap Dalam Membaca Puisi


1. Sikap Wajar Dan Tenang

Bersikaplah yang wajar dan tenang dalam membacakan sebuah puisi, tetapi harus penuh dengan rasa percaya diri dan jangan sampai berlebihan (over acting).

2.Gerakan Mimik Dan Anggota Badan Yang Mendukung

Gunakanlah gerakan mimik, tangan dan juga anggota badan lain yang mendukung. Tujuannya yaitu agar puisi yang dibacakan tidak kaku serta bisa mewakili ekpresi jiwa si pengarang.

3. Volume Suara Yang Tepat

Aturlah suara secara teratur dan pahami tanda-tanda yang ditulis dalam puisi tersebut.

4. Kelancaran Dan Kecepatan

Ketika membaca sebuah puisi, tentu berbeda saat kita membaca teks berita. Membaca puisi membutuhkan latihan dan teknik tertentu.

Terapkanlah 15 hal dan teknik membaca puisi yang telah dijelaskan diatas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Baca Juga : 7 Cara Berpidato Yang Baik Dan Benar Sesuai Kaidah (Public Speaking)
Bacalah puisi dengan menghayati isinya, jangan terlalu cepat. Bacalah dengan perlahan namun pasti dan tentunya sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Contoh Puisi



Tuhanmu dan Diriku
(Oleh : Unknown)

Ku terlahir untuk dirimu//
Menjadi penghias matamu//
Pelengkap hidupmu//
Aku tercipta untukmu//
Mewarnai hari-harimu//

Jangan pernah merasa sendiri//
Masih ada aku disini//
Setia / untuk berbagi//
Kisahmu / yang kau tangisi//

Biarlah dia berlalu pergi//
Bersama malam yang sunyi//
Luka itu hanya sesaat//
Biarkan dia minggat//
Menjauh dan berkhianat//

Sebab itu / jangan kau ingat//
Apa yang membuatmu penat//
Sadarlah / jangan tenggelam//
Hanya karena / masa silam//

Hingga matamu terpejam//
Mati / dan hidupmu suram//
Bangkitlah / berdiri lagi//
Tiada yang perlu kau sesali//

Di depanmu / masih ada yang mencintai//
Dia / yang memberimu hal yang berarti//
Dia / yang mencintaimu sampai mati//
Dialah Tuhan / yang maha pemberi//

Keterangan :

- Warna Pink = Nada Rendah
- Warna Biru = Nada Sedang
- Warna Merah = Nada Tinggi

Rasa Syukurku
(Oleh : Unknown)

Aku bersyukur atas karuniamu tuhan
Dua bola mata ini dapat melihat keindahan
Keindahan yang Engkau ciptakan
Mampu memberikanku kenyamanan

Tuhan ...!
Terimakasih sudah memberiku kedua telinga
Yang dengan keduanya aku tau sebuah bunyi
Dan suara-suara yang elok menenangkan jiwa
Hingga kehidupan ini tidak terasa sunyi

Tuhan...!
Terimakasih sudah memberiku kaki dan tangan
Dengan kaki ini aku berjalan menyusuri kehidupan
Dengan tangan ini aku menyelesaikan pekerjaan
Rasanya begitu hebat karuniaMu Tuhan

Tuhan...!
Semua nikmat itu terasa dan bermakna
Saat jiwa ini mampu mensyukurinya
Dengan hati yang penuh rasa gembira
Maka aku bersyukur atas semuanya,,

Bulan Rāmadhon
(Oleh : Unknown)

Kepergianmu meninggalkan kami,
Seganap rasa ku coba untuk menerima,
Karena ku tau kau pasti akan berlalu pergi,
Meski rindu ini masih selalu ingin kau tetap disini,

Terasa begitu cepat kau berlalu mengikuti waktu,
Jiwa ini pasti akan selalu merinduimu
Karena hati ini sangat bahagia menemuimu,
Serasa takmau berpisah denganmu,

Tapi ku tak ada kuasa untuk menahanmu,
kini lama ku akan menantimu kembali,
Namun aku tak tau sampaibila usiaku ini,
Aku hanya berdoa pada ilahi agar kita berjumpa lagi,

Engkau dambaan semua orang yang mengenalmu,
Karena kesucianmu yang penuh aroma keberkahan,
Kini sunyi sudah malam yang semula ramai,
Sebab engkau telah beranjak dan berlalu pergi,

OoohBulanRāmadhon,,,!*
Baca Juga : Cara Mengungkapkan Perasaan Kepada Seseorang Yang Kita Suka Lewat Aplikasi / Script. Gampang Banget!!! - Part 2
Demikianlah artikel tentang 15 hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi, sikap dalam membaca puisi dan contoh puisi.

Semoga bermanfaat dan See you next time...

#Mohon maaf, jika ada koreksi, silahkan tuliskan di kolom komentar

Share artikel ini kepada teman-temanmu

Silahkan berkomentar dengan baik dan bijak, komentar anda menunjukkan kepribadian diri.
Buka Komentar
Pemberitahuan
Betapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan, tapi menangis di masa depan dengan mengingat masa lalunya - Ali Bin Abi Thalib
Tutup