Jangan Sia-siakan Masa Emas Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!

author photo
Jangan Sia-siakan Masa Emas Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
AURORATEKNO.COM ~ Usia dini merupakan masa-masa yang paling krusial dalam hidup seseorang. Pada masa ini, seorang anak mempunyai segala potensi dan sumber daya yang sangat melimpah untuk dikembangkan. Perkembangan yang luar biasa tidak boleh kita biarkan begitu saja, sebagai orang terdekat wajib bagi kita membantu memaksimalkan segala kemampuan yang ada pada anak tersebut.

Layaknya ladang pertambangan, jika tetap dibiarkan (tidak ditambang) maka ladang tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa. Begitu pula masa keemasan seorang anak, ketika kekayaan dalam dirinya tidak dimanfaatkan maka segala bakat dan keahliannya akan tetap terkubur sampai ada yang membangkitkannya.

Berbicara mengenai masa emas seorang anak, pada umur berapakah mereka memilikinya? Menurut dokter Bernie Endyarnie Medise SpA(K), masa emas seorang anak dimulai sejak umur 5 tahun pertama
"Pada usia lima tahun pertama kehidupan, terjadi pembentukan otak yang menjadi cikal bakal anak ke depan."
Demikian ungkapnya dalam konferensi pers Danco Iya Boleh Camp, di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, harusnya seorang anak mendapatkan pendidikan yang layak guna memanfaatkan potensi yang ada dalam dirinya. Ketika potensi dalam dirinya dapat tersalurkan, maka kita sebagai orangtua telah berhasil mendidiknya.

Walaupun penulis sendiri belum pernah menjadi orangtua, namun bukan berarti pengetahuan tentang pendidikan anak usia dini harus ditangguhkan. Justru dengan mempelajari mulai dari sekarang, nantinya dapat menjadi bekal ketika sudah menjadi orangtua kelak.
Baca Juga : Tiba-Tiba Merasa Bijak Dan Lebih Bersemangat Setelah Nonton Film Ini
Oleh sebab itu, penulis ingin mengajak kepada orangtua dan para calon orangtua untuk menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi anak usia dini guna memanfaatkan masa emas sang anak.

Peran Penting Keluarga Bagi Pendidikan Anak


Seorang anak terlahir di dunia ibarat sebuah kertas kosong. Orangtua dan keluarga sebagai lingkungan awal anak, tentunya wajib berperan aktif dalam mengisi kertas yang kosong tersebut. Jadikanlah kertas kosong tersebut penuh warna, karena seorang anak yang berumur 0-7 tahun harus merasakan kebahagiaan "surga" dunia.

Kita perlu menjadikannya seorang raja, namun tidak semena-mena apa yang dia minta harus dikabulkan. Wajib bagi orangtua untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya.
Jangan Sia-siakan Masa "Emas" Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
Menjadi sosok orangtua bagi anak memang bukan merupakan suatu perkara yang mudah. Orangtua harus selalu hadir dalam setiap gerak-gerik dan perkembangan si kecil. Dengan insting dan imajinasinya yang luar biasa, ia selalu ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya.

Ditambah lagi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, seorang anak harus tetap terkendali. Kita harus siap siaga memandu agar tidak ada hal negatif yang masuk pada dirinya. Kebiasaan seorang anak kecil adalah meniru apa yang dilihatnya. Jadi dalam mendidik seorang anak tidak melulu yang kita ajarkan padanya, namun apa saja yang kita lakukan sehari-hari di depannya.

Sebagai orangtua yang baik, sebisa mungkin ciptakanlah lingkungan yang sehat, aman dan nyaman bagi seorang anak. Jika kita melakukannya, secara tidak langsung mereka akan meniru kebiasaan baik yang dicontohkannya.

Anak usia dini mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi, sehingga apapun yang belum dia coba akan di eksplor olehnya. Tidak perlu melarang segala hal yang ingin dia ketahui, justru itu akan menjadi bumerang dengan masa pertumbuhan yang belum terkendali oleh akal sehatnya. Cukup bagi kita menjelaskan apa saja hal buruk yang akan terjadi jika dia melakukan sesuatu yang tidak baik.
Jangan Sia-siakan Masa "Emas" Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, peran orangtua dalam pendidikan anak usia dini sangatlah vital. Apalagi 70% karakter seseorang terbentuk berdasarkan lingkungannya. Jangan sampai masa kecilnya diisi dengan hal-hal yang negatif, tebarkanlah selalu hal-hal positif dalam kehidupan sehari-harinya.

Pendidikan Anak Usia Dini


Demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tentu saja seorang anak harus merasakan pengalaman yang lebih dari sekedar belajar di rumah. Terlebih lagi dengan segala kesibukan yang ada, orangtua seringkali lalai dalam memberikan pendidikan maupun pengawasan pada anaknya. Dilain sisi, kehadiran gadget yang begitu memikat hati si kecil tidak dapat dibendung hanya dengan pengalih perhatian.

Oleh sebab itu seorang anak perlu berinteraksi dengan dunia luar guna melatih diri agar selalu aktif dan sehat secara jasmani maupun rohani. Dengan menyekolahkan sang anak di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) maka orangtua telah mendukung perkembangan positif bagi sang buah hati.
Baca Juga : 50 Kata Kata Mutiara Untuk Status WhatsApp Paling Nge-Top Dan Keren Sepanjang Masa
Pendidikan di PAUD merupakan langkah awal yang sangat tepat untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya. Pada masa tersebut pula kepribadian seorang anak dibentuk agar lebih siap menghadapi ruang lingkup pendidikan yang lebih luas.
Jangan Sia-siakan Masa "Emas" Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
Pada usia dini, seorang anak memiliki perkembangan otak yang sangat cepat hingga 80%. Di usia tersebut otak akan menerima berbagai informasi yang masuk, tidak melihat antara yang baik dan yang buruk.

Dengan begitu, si anak harus mempunyai seorang "Assisten" yang akan mendampinginya belajar agar perkembangan otaknya dapat diisi oleh hal-hal positif. Sosok guru / pengajar di PAUD merupakan "Assisten" yang cocok untuknya setelah orangtua di rumah.

Apple Tree Pre-School BSD


Berdiri pada tahun 2000, Apple Tree Pre-School hadir menjadi solusi para orangtua dalam menyekolahkan anaknya sebelum masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Sekolah ini mempunyai visi dan misi mendorong kepercayaan diri dan kemandirian setiap siswa. Dengan lingkungan yang positif, siswa diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, baik fisik, intelektual, sosial maupun emosional anak.
Jangan Sia-siakan Masa "Emas" Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
Apple Tree Pre-School telah mengadopsi kurikulum Internasional (Singapura) dalam pembelajarannya. Sehingga penggunaan Bahasa Inggris dan Mandarin telah digunakan sejak awal jenjang pendidikan. Ini merupakan bekal yang sangat penting bagi anak mengingat penggunaan bahasa Internasional sudah mencakup banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tuntutan zaman dan teknologi yang serba canggih, tentunya metode pendidikan yang diajarkan kepada anak jauh berbeda dari sebelumnya. Apple Tree Pre-School adalah lingkungan belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan juga era digital seperti sekarang ini. Didukung dengan konsep belajar yang menyenangkan, hal ini akan membuat sang anak menjadi lebih aktif dan lebih kreatif.
Jangan Sia-siakan Masa "Emas" Sang Anak, Bantu Mereka Tumbuh Jadi Sang Juara!!!
Apple Tree Pre-School juga menjadi salah satu sekolah terbaik di BSD City dan Serpong 2019, para pengajar pun berasal dari dalam dan luar Negeri. Jadi, para orangtua dapat menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada sekolah ini. Apple Tree Pre-School melayani anak didik di rentang usia 1.5 - 6 tahun dengan kelas yang berbeda-beda setiap umurnya.

Sedangkan bidang studinya meliputi :
  • English
  • Mathematics
  • Chinese
  • Creativity
  • Social Studies
  • Science
  • Bahasa
  • Moral
  • Music
  • Physical Education
  • Phonics

Untuk informasi selengkapnya dapat kalian akses di Apple Tree Pre-School BSD
Baca Juga : Waspada Berbagai Macam Modus Penipuan ATM Terbaru
Nah bagi para orangtua yang masih sayang dengan si kecil, yuk bantu maksimalkan potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya dengan segala hal yang telah dijelaskan diatas. Semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua, mari ciptakan generasi muda Indonesia jadi sang juara!!!

#appletreebsd

8 Komentar

Jika anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal

Tidak diperbolehkan menyalin atau mencuri seluruh konten yang saya tulis di blog ini untuk di publikasi di blog lain, namun Anda boleh menyalin untuk kepentingan sekolah, tugas atau "Menyimpannya secara pribadi"

  1. Terkadang memang pertumbuhab kurang diperhatikan secara maksimal. Kalau sudah sampai kata "cukup", pasti sudah berhenti sampai disitu. Cukup makan, cukup istirahat, cukup belajar, cukukp bermain. Hal itu yang sering membuat anak anak perkembangannya yh hanya sampai fase "cukup", bukan menjadi luar biasa. Semoga yang membaca artikel ini bisa tergugah untuk mendidik anak anak dengan lebih baik lg dan lebih maksimal lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih kak wahyu, semoga generasi berikutnya bisa lebih baik dari kita.. Mari wujudkan bersama-sama!!! Jangan sampai masa emas seorang anak di sia-siakan, maksimalkan segala potensi dan kekayaan yang ia miliki

      Delete
  2. anak adalah Titipan Tuhan
    orang tua harus selalu memperhatikan serta peka terhadap kode kode yang Tuhan berikan . anak ini akan menjadi seperti apa nanti
    jadi orang tua wajib membimbing anak itu sesuai kehendak dan keinginan Tuhan. jangan selalu memaksakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, kita tahu betapa pentingnya peran orangtua dalam pendidikan seorang anak. Jangan sampai sang buah hati terabaikan dengan kesibukan kita sehari-hari, sehingga pengawasan terhadap dirinya menjadi kurang..

      Delete
  3. Peran Orang Tua memang sangat penting untuk seorang anak. Terlebih lagi sejak dini anak harus sudah mulai dibiasakan hal positif dan adanya problem solving, hal tersebut dapat membantu anak lebih memahami dan tumbuh kembang yang baik. Betull sekali min dan sangat menjadi referensi artikelnya, karena banyak orang tua yang kurang memahami arti sebuah "tumbuh kembang anak". Dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Semoga artikelnya dapat dibaca dan dipahami semua kalangan masyarakat, agar pesannya tersampaikan. Dukung generasi emas anak yang bermanfaat�� Semoga anak zaman sekarang tidak menghabiskan hidupnya pada smartphone (gadget), tapi lebih cenderungnya hidup bersosial. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mantap sekali kak april, mari kita bersama-sama mewujudkannya. Jadilah orangtua yang berhasil dalam mendidik sang anak, jangan sampai mereka salah "arah" hanya karena kelalaian kita dalam mendidiknya...

      Delete
  4. Seorang anak lahir dengan bakat dan minat yang berbeda-beda..
    terkadang Lingkungan juga berpengaruh pada bakat dan minatnya..

    nah untuk anak yang sudah memiliki minat yang besar pada suatu bidang dan sudah bakat juga di bidang tsb tapi orang tua tidak mendukung bahkan cenderung melarangnya.. bagaimana solusinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah inilah salah satu masalah yang sering kita jumpai sekarang ini. Solusinya tidak lain adalah memberikan kesadaran kepada para orangtua agar turut mendukung pada suatu bidang yang diminatinya..

      Seperti yang telah admin jelaskan diatas, sosok orangtua tidak harus selalu melarang apa yang diminati si kecil. Justru hal tersebut akan membuatnya semakin penasaran..

      Delete
Postingan Berikutnya Next Post
Postingan Sebelumnya Previous Post