Skip to main content

Pengertian Dan Perbedaan Antara MBR Dan GPT

Pengertian Dan Perbedaan Antara MBR Dan GPT
AURORATEKNO.COM ~ Selamat siang agan-agan semua... Jika kalian mencari artikel tentang pengertian dan perbedaan antara MBR dan GPT maka blog ini sangat tepat bagi anda. Sebisa mungkin saya jelaskan menggunakan bahasa yang paling sederhana dan mudah dipahami agar semua orang dapat mengerti serta paham dengan apa yang saya bagikan.

Namanya juga berbagi ilmu, jadi teknik penyampaian juga harus diperhatikan.. Bukan hanya berlaku untuk artikel ini, tapi seluruh postingan yang ada... 😀

Pengertian MBR Dan GPT


Mungkin sebagian orang malah belum paham apa itu GPT dan apa itu MBR??? Kalau iya tenang saja, saya akan jelaskan di bawah ini.

Bagi yang sudah paham dan hanya mencari perbedaannya silahkan jadi pembaca yang baik 😉.

Kedua model ini merupakan jenis partisi yang ada pada harddisk dan masing-masing punya ciri-ciri dan kelebihan tersendiri.

Seiring berkembangnya zaman maka sistem pemartisian pun mengalami kemajuan seperti saat ini mengingat kebutuhan penyimpanan data semakin meningkat. Selanjutnya simak penjelasan berikut.

MBR (Master Boot Record)

Dalam sistem partisi ini, MBR memegang seluruh informasi yang terdapat pada harddisk misalnya file system, logical partition, extended partition dan sekaligus yang mengatur sistem harddisk tersebut. Dan MBR punya rule/aturan sendiri atau secara gampangan bisa dikatakan mereka punya kemampuan berbeda.

Salah satu fungsi dari MBR yang paling dapat dirasakan adalah pada saat komputer dalam keadaan Booting, MBR akan mencari lokasi dimana Boot Sector.

Boot Sector berisi file dan informasi yang dibutuhkan sistem sehingga dapat mencapai startup dan sampai ke desktop komputer kalian. Itu mengapa anda harus memperbaiki MBR jika komputer tidak mau masuk desktop.

Fungsi MBR :
  • Mencari partisi yang aktif (partisi yang menyimpan Boot Sector untuk melakukan Booting ke desktop)
  • Setelah mencari partisi yang aktif, MBR akan mencari sektor utama dari partisi yang aktif guna mendapatkan Boot Sector tersebut
  • Menyimpan Boot Sector dari partisi yang aktif tersebut kedalam memori
  • Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dijalankan pada Boot Sector

Jenis partisi MBR memiliki beberapa kekurangan antara lain :
  • Maksimal hanya mendukung harddisk berkapasitas 2 TB saja
  • Maksimal mendukung untuk pembuatan partisi 4 Primary Partition saja
  • Jika ingin membuat partisi lebih maka 1 Primary Partition harus dibuat Extended Partition sehingga bisa dibuat beberapa Logical Partition
  • Informasi mengenai lokasi file sistem dan partisi sistem operasi hanya terdapat pada sektor pertama pada pada harddisk tersebut, sehingga bila informasi tersebut hilang atau corrupted maka sistem operasi akan mengalami kerusakan

GPT (GUID Partition Table)

Ini merupakan teknologi yang lebih canggih dibandingkan MBR, karena punya beberapa kelebihan yaitu dikhususkan untuk penyimpanan yang lebih besar. GPT tidak memilliki keterbatasan seperti MBR.

Harddisk berbasis GPT dapat lebih besar dengan batas ukuran tergantung pada sistem operasi dan sistem filenya. Hadirnya GPT diharapkan dapat menutupi kekurangan MBR.

GPT juga menyediakan fitur CRC (Cylic Redundancy Check), yaitu nilai-nilai untuk memeriksa apakah data masih utuh. Bila data rusak, GPT secara otomatis dapat melihat masalah dan berusaha memulihkan data yang rusak dari lokasi lain pada disk.

Jenis partisi GPT memiliki beberapa kelebihan, antara lain :
  • Mendukung kapasitas harddisk hingga 9 ZB (Zettabyte), Zettabyte merupakan 3 tingkat diatas TB (Terabyte), yaitu setelah PB (Petabyte) dan EB (Exabyte). Setelah itu baru ZB (Zettabyte) dan diatasnya lagi ada YB (Yettabyte).
  • Mendukung hingga 128 Primary Partition
  • Informasi file system dan lokasi sistem operasi disimpan lebih dari satu lokasi, sehingga bila yang utama rusak maka masih ada Backup di tempat lain tanpa mengalami error

Perbedaan antara MBR dan GPT


Jika melihat hasil dari penjelasan diatas maka bisa diringkas perbedaan antara MBR dan GPT antara lain :
  • MBR hanya mampu mendukung penyimpanan berkapasitas maksimal 2 TB, sedangkan GPT mampu mendukung hingga 9 ZB
  • MBR hanya bisa dibagi menjadi 4 Primary Partition, sedangkan GPT mampu dibagi menjadi 128 Primary Partition
  • Pada partisi MBR, bila kita ingin membagi partisi menjadi 4 Primary Partition maka kita harus mengorbankan satu Primary Partition untuk dibuat Extended Partition, sedangkan GPT tidak perlu
  • Pada MBR, informasi mengenai lokasi file sistem dan lokasi sistem operasi hanya disimpan pada sektor utama pada harddisk tersebut, sedangkan GPT dilakukan beberapa kali penyimpanan (Backup) sehingga bila informasi utama rusak maka masih ada cadangan
  • MBR dapat digunakan untuk seluruh OS, sedangkan GPT hanya dapat digunakan pada Windows yang kompatibel saja

Itulah penjelasan dari saya mengenai pengertian dan perbedaan antara MBR dan GPT, semoga bermanfaat. Bila ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar. Sekian dan terima kasih
Kebijakan Berkomentar : Silahkan berkomentar dengan baik dan bijak, komentar anda menunjukkan kepribadian diri.
Buka Komentar
Tutup Komentar