Thursday, March 29, 2018

author photo
Tips Komputer Agar Terhindar Dari Virus Yang Jarang Diketahui Orang. Nomor 2 dan 3 Sangat Penting
Banyak orang dari kita yang menggunakan Komputer / Laptop secara asal-asalan. Apalagi ketika orang itu punya banyak kepentingan/sibuk kesana kemari ngurus data, yang pasti lepas tancap Flashdisk sembarang punya orang. Saya pun sedikit begitu, hehe,, flashdisk darimanapun menancap di laptop saya bahkan antivirus saya pun selalu nonaktif tapi saya jarang sekali terkena virus, kalaupun kena itu karena kelalaian saya dan bisa saya ingat-ingat terakhir saya kena virus karena download software asal-asalan yang sumbernya tidak jelas, itupun terjadi sekitar 10 bulan yang lalu.

Berikut akan saya jelaskan bagaimana tips agar komputer selalu aman, bahkan tidak perlu antivirus. Jangan bilang "ya komputernya nggak usah dipake, gitu aja kok repot" bukan begitu tanggapan yang baik, sebelum memberi tanggapan mari kita ikuti dengan baik langkah-langkah dibawah ini, karena solusi dibawah ini berdasarkan pengalaman dari saya sendiri..


1. Jangan Asal Tancap Flashdisk Ke Sembarang Tempat
Kalau kasus yang mendasar ini mungkin perlu sedikit arahan. Jadi kita juga perlu seleksi dalam menggunakan flashdisk agar tidak mudah terkena virus. Tapi hal ini sangat susah untuk dihindari, mengingat terkadang kita disuruh orang lain untuk memindah file ke dalam flashdisk atau bahkan dipinjam, lalu solusinya bagaimana.? Ya kalau menurut saya jangan terlalu liar untuk menggunakan flashdisk, dan solusi alternatif kita siapkan saja flashdisk untuk dipinjam-pinjam. Kalau sudah dikembalikan format dulu (Sebelum diformat nonaktifkan dulu fitur Autoplay, dijelaskan pada nomor 2 dibawah ini), jangan menyimpan data penting ke dalam flashdisk tersebut, pindah saja ke harddisk komputer atau eksternal, tinggal sepandai-pandainya kita mengamankan data tersebut. Kalau solusi ini belum memadai, tenang saja saya masih punya banyak solusi dibawah ini.


2. Nonaktifkan Autoplay Untuk Setiap Device Yang Terhubung
Nah solusi yang ke-2 ini cukup ampuh juga mengingat terkadang kita punya flashdisk yang sudah terisi virus, mungkin karena saking baiknya teman kita dalam berbagi sampai sampai virus pun ikut dibagi-bagi,, hehehe.... Lalu apa urusannya dengan Autoplay itu? Saya juga nggak tau apa itu Autoplay? Oke kalau muncul pertanyaan begini silahkan baca lebih lanjut Apa Itu Autoplay Di Komputer, Cara Mengaktifkan Dan Menonaktifkannya. Nah kalau sudah baca kita lanjut ke solusinya, agar virus dari flashdisk tidak dijalankan otomatis oleh Autoplay tersebut hendaknya Autoplay dinonaktifkan saja, toh kita sebenarnya nggak perlu Autoplay, saya sendiri pun merasa risih kalau fitur Autoplay diaktifkan. Solusi ini sangat berkaitan dengan solusi nomor 3 yang akan kita bahas, maka alangkah baiknya lakukan solusi ini terlebih dahulu agar solusi nomor 3 bisa terlaksana dengan baik.


3. Jangan Buka Flashdisk Melalui Perintah Excute Di Windows Explorer
Ada banyak orang yang tidak melakukan cara ini karena kurang mengerti cara kerja virus, saya beberapa puluh kali menangani virus, lama-lama saya amati dan lakukan percobaan dan jadi tahu. Bahkan saya sempat Perang Dunia dengan virus Trojan yang ganas itu hehe, hampir saja laptop saya mati total gara-gara virus tersebut karena seluruh program berjalan, dan saya terheran-heran virus itu harus saya lawan sekitar hampir 2 jam dengan segala cara, tapi saya nggak akan cerita lebih lanjut, menurut saya itulah pengalaman terbaik saya berhadapan dengan virus.. Hehe. Dan hal paling mendasar yang perlu diketahui bahwa virus bisa berjalan di komputer bila ada perintah Excute/Eksekusi melalui klik 2x atau buka direktori.

Saya jelaskan lebih detail, umumnya segala fitur yang ada di windows entah itu mouse atau keyboard mereka melakukan perintah eksekusi, sebagai contoh kita mau buka game PES 2018, maka kita perlu melakukan klik 2x agar terbuka, perlu diketahui klik 1 kali bertujuan untuk memilih dan klik ke 2 adalah untuk membuka program/Eksekusi program. Kalian juga tau sendiri yang saya maksud klik 2x itu dengan cepat, kalo kelamaan ya jadi Rename/Mengganti nama, nggak percaya? Coba aja... Sama halnya seperti keyboard yang kita arahkan anak panah ke folder musik misalnya, nah arahan anak panah tersebut bertujuan untuk memilih, kalau kita tekan enter maka mengeksekusi folder musik itu untuk dibuka.. Hal yang sangat penting, virus itu kadang menempel pada folder atau aplikasi yang bila kita eksesusi folder/aplikasi tersebut maka virus pun ikut berjalan, maka jangan heran kalau virus itu menempel pada game Plants Vs Zombies misalnya, dan kita buka game tersebut langsung membuat komputer ngelag dan melambat (karena virus), program jadi acak-acakan, data hilang (terhidden), muncul aplikasi tidak dikenal, nama file menjadi aneh dan lain sebagainya. Hal ini saling berkaitan dengan solusi nomor 2 tadi karena kita tahu Autoplay menyebabkan flashdisk ter-ekseskusi, nah kalau virusnya ikut jalan gimana coba???

Oke itu penjelasan lengkapnya, sekarang lanjut ke solusinya... Caranya kita jangan buka folder dengan klik 2x langsung ke direktori "nah kalau begitu gimana cara buka foldernya??" Simak gambar dibawah ini
Cara Buka Flashdisk Dengan Aman
Itu adalah salah satu cara yang aman agar virus tidak ter-eksekusi. Nah sekarang mungkin banyak yang bertanya-tanya ketika bagaimana jika kita mau buka aplikasi yang disimpan di flashdisk tersebut agar tetap aman. Mari lanjut ke solusi berikutnya..


4. Scan Dulu Setiap Flashdisk Yang Masuk
Tidak bisa dipungkiri yang namanya virus pasti butuh antivirus, hampir mirip dengan manusia yaitu orang sakit pasti butuh obat. Namun sedikit perbedaan dari virus komputer yaitu bisa diakali kalau usernya sudah paham dengan virus. Sebagai contoh, virus yang bandel tidak bisa dihapus/delete (kalaupun bisa pasti muncul terus menerus) atau kalian scan dengan antivirus lalu gagal di atasi. Mereka terkadang menjalankan program yang menyamar menjadi aplikasi atau bahkan sistem windows. Maka bisa di akali dengan cara end task dahulu di task manager, kalau dari pengalaman saya di task manager ada 2 microsoft office yang berjalan, yang satu source-nya dari Microsoft inc, nah yang satunya berasal dari nama aneh dan memakan RAM cukup banyak, saya paksa berhenti microsoft office-nya tapi ternyata nggak cuma satu yang menyamar jadi aplikasi, dan kalau tidak segera diatasi mereka bertambah banyak, maka perlu kecepatan dan ketelitian dalam menghapus, dan kita juga harus menghapus asal mula dari program yang berjalan itu. Kalau tidak ya sia-sia saja, nanti bakalan jalan lagi virusnya..

Itu hanya sedikit gambaran untuk mengatasi virus tanpa antivirus, tapi ternyata kita butuh juga antivirus. Bila kita dikasih aplikasi oleh teman dengan flashdisk dan kita sangat butuh aplikasi tersebut maka alangkah baiknya kita Scan dulu dengan antivirus agar kita tahu flashdisk/aplikasi tersebut sudah terkena virus atau belum. Kalau ternyata aplikasinya sudah kena ya relakan saja aplikasi tersebut, download lagi kan bisa. Memangnya kita mau dikasih makanan yang sudah diberi racun? Enggak kan, mending beli lagi aja yang jelas-jelas aman.

Penting :
Bagi kalian yang suka menggunakan software b*jakan dan menggunakan crac* maka ketika di scan dengan antivirus akan terdeteksi virus dan langsung dihapus. Sebaiknya nonaktifkan sementara antivirus dan internet saat cra*king berlangsung, karena crac* bukanlah virus.

Dan jangan lupa juga untuk selalu mengupdate virus definition pada antivirus agar antivirus dapat mengenali jenis-jenis virus terupdate. Oke lanjut ke solusi berikutnya bagi yang masih bingung untuk solusi bagaimana mengamankan aplikasi dari virus,, saya masih punya solusinya dibawah ini.


5. Buatlah Seluruh Aplikasi Berekstensi .Exe Kedalam Arsip RAR
Nah bagi kalian yang suka menyimpan aplikasi dalam bentuk .exe maka hal ini sangat sangat penting untuk dilakukan. Mengapa? Karena aplikasi .exe mudah sekali, sangat mudah, sangat rentan, sangat sangat sangat rawan terkena virus. Jadi buatlah seluruh aplikasi berekstensi .exe menjadi .rar. Saya juga nggak tahu kenapa setelah dijadikan rar aplikasi saya aman-aman saja, kalau perkiraan saya karena aplikasi tersebut sudah dibekukan dan dibukukan sehingga terlindungi. Semua aplikasi yang saya punya pun dibat rar semua kecuali file diatas 10 GB (Kelamaan ekstract-nya), berikut screenshot dari aplikasi saya yang sudah dibuat .rar

Baca Juga : Mengenal 10 Jenis File Yang Mudah Terkena Virus Dan Penjelasannya
Aplikasi Yang Sudah Dibuat RAR
Perlu diketahui juga, ketika aplikasi sudah dibuat .rar maka ukuran akan lebih kecil, itulah mengapa tadi saya bilang "dibukukan". Wah keren ya? Memang begitu, tapi kita agak sedikit direpotkan untuk meng-ekstrak aplikasi tersebut kalau dibutuhkan. Saran saya lakukan seperti itu dan bila kita butuh aplikasi tersebut jangan dijalankan langsung sebelum di-ekstract di folder luar. Kalau kita sudah download aplikasi, scan dulu aplikasinya. Bila kena virus hapus saja, bila aman langsung buatlah .rar. Bahkan file berekstensi .doc/dokumen microsoft word pun rentan juga terkena virus, bila memungkinkan ya dibuat .rar juga. Bagi yang butuh aplikasi untuk .rar silahkan download disini Download Winrar

Baca Juga : Nyesel Nggak Baca!!! Inilah 7 Manfaat Membuat File Menjadi RAR


6. Aktifkan Windows Firewall
Cara ini cukup berguna juga mengingat kita sering terhubung dengan internet dan jaringan lokal, baik saat sharing file maupun untuk internet. Firewall selain melindungi dari threat (Ancaman) juga melindungi dari serangan-serangan dari orang yang tidak bertanggungjawab. Maka perlu juga untuk mengaktifkan fitur ini, biasanya kalau kita tidak pernah otak atik maka firewall akan tetap aktif.
Windows Firewall


7. Menggunakan Deep Freeze
Deep Freeze
Kalau cara ini mungkin sudah agak populer, mengingat inilah cara paling ampuh untuk menangkal segala jenis virus yang masuk. Arti dari nama deep freeze sendiri yaitu deep yang artinya dalam, freeze yang artinya membekukan. Mempunyai arti yaitu membekukan sampai ke yang paling dalam. Sebagai gambaran saja, saya ceritakan cara kerja deep freeze. Deep Freeze membungkus sistem komputer agar tidak kemasukan virus apapun kedalamnya, bahkan pengaturan sekalipun. Misalnya kalian punya hp yang tidak anti air, dan saat itu hujan lebat dan kalian sudah ingin pulang sedangkan kalian tidak bawa mantel, yang ada hanya kantong plastik, lalu kalian menggunakan kantong plastik tersebut untuk melindungi hp dari air hujan. Nah anggap saja plastik sama dengan deep freeze, jadi hp tersebut tetap terlindungi. Sekarang kita bicara deep freeze, deep freeze juga mengembalikan seluruh pengaturan, tata letak folder, apa saja isi dari folder tersebut, dan intinya komputer itu akan sama persis dengan keadaan sebelum komputer direstart. Kalau kalian menyimpan file atau mengubah wallpaper atau mendownload file saat deep freeze aktif maka file-file tersebut akan terhapus dan pengaturan akan kembali lagi setelah kita merestart komputer. Deep Freeze bisa diatur agar nonaktif atau tidak, dan mana saja drive yang perlu dilindungi agar kita tetap bisa menyimpan file di drive D atau E tanpa terhapus oleh deep freeze. Bagi yang membutuhkan aplikasinya silahkan klik link berikut Download Deep Freeze

Itulah cara agar komputer aman dari serangan virus, bila ada pertanyaan silahkan berkomentar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat mencoba
Postingan Berikutnya Next Post
Postingan Sebelumnya Previous Post